Tak Hanya Penertiban, DPRD Dorong Solusi Jangka Panjang Atasi Gepeng

Ketua Fraksi PKS DPRD Surabaya Cahyo Siswo Utomo.

SURABAYA ( KABAR SURABAYA) – Fenomena penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) atau yang kerap disebut gelandangan dan pengemis (gepeng) musiman mulai kembali terlihat di sejumlah sudut Surabaya.

Memanfaatkan momentum Ramadan dan menjelang Lebaran 2026, mereka tampak menyasar titik-titik keramaian untuk menarik simpati masyarakat, terutama di kawasan religi seperti Sunan Ampel hingga area permukiman dan pusat aktivitas warga.

Menyikapi kondisi tersebut, Satpol PP Kota Surabaya langsung melakukan pemetaan wilayah rawan serta penebalan personel guna mengantisipasi lonjakan gepeng musiman selama bulan suci.

Namun demikian, DPRD Surabaya menilai penanganan tidak cukup hanya dengan operasi penertiban. Ketua Fraksi PKS sekaligus Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dipandang semata-mata sebagai masalah ekonomi.

“Sebagian memang faktor ekonomi dan keterbatasan keterampilan. Tetapi kita juga harus mengantisipasi kemungkinan adanya pola terorganisir, terutama di kawasan yang ramai saat Ramadan,” ujarnya.saat dihubungi selasa (3/3)

Ia menambahkan, apabila ditemukan indikasi mobilisasi, pembagian titik, hingga praktik setoran, maka persoalan tersebut sudah masuk ranah hukum dan harus ditindak tegas.

Menurutnya, razia memang efektif untuk jangka pendek, tetapi tanpa rehabilitasi, pelatihan kerja, serta pengawasan berkelanjutan, fenomena ini akan terus berulang setiap tahun.

“Regulasi sebenarnya sudah jelas. Tinggal bagaimana implementasi dan konsistensi di lapangan. Ketertiban harus dijaga, tetapi sisi kemanusiaan dan pembinaan sosial juga tidak boleh diabaikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *