Kawal Intervensi Gen Z Rp47 Miliar, Azhar Kahfi Pastikan Program Tak Hanya Jadi Seremonial
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi Saat Turun Serap Aspirasi masyarakat.
SURABAYA ( KABAR SURABAYA) – Anggaran besar tanpa pengawalan ketat berisiko hanya menjadi angka di atas kertas. Hal itu menjadi sorotan Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, saat memanfaatkan masa reses sidang ke-2 Tahun Anggaran 2026 untuk memastikan program intervensi Generasi Z benar-benar dipahami dan dirasakan masyarakat hingga tingkat kampung.
Dalam forum dialog bersama warga, pengurus RT/RW, dan tokoh masyarakat, Kahfi—yang akrab disapa Mas Kahfi—menegaskan pentingnya sosialisasi program yang tahun ini mulai dijalankan Pemerintah Kota Surabaya.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga sejauh mana informasi sampai kepada masyarakat sebagai penerima manfaat.
“Program ini harus dipastikan sampai ke anak-anak muda di kampung. RT dan RW juga harus tahu detailnya. Jangan sampai anggaran besar tapi masyarakat tidak paham,” ujarnya, Rabu (11/2).
Politisi muda Partai Gerindra itu menekankan, perangkat kampung memegang peran strategis sebagai penghubung kebijakan pemerintah dengan warga. Tanpa keterlibatan aktif di level bawah, program berpotensi tidak tepat sasaran.
Kahfi juga mengingatkan agar intervensi tidak hanya menyasar kelompok pemuda yang sudah aktif seperti karang taruna. Ia meminta perhatian lebih diberikan kepada Gen Z rentan, seperti anak putus sekolah dan pengangguran terbuka di lingkungan perkampungan.
“Yang harus disentuh justru mereka yang belum tersentuh. Beri pelatihan, pendampingan, dan ruang untuk berkreasi. Harus ada kolaborasi agar mereka punya peluang dan masa depan,” tegasnya.
Ia menilai pendekatan pemberdayaan harus berorientasi jangka panjang dan berkelanjutan, bukan sekadar program seremonial. Dengan alokasi anggaran sekitar Rp47 miliar dalam satu tahun, hasilnya harus terukur dan berdampak nyata secara ekonomi maupun sosial.
“Anggaran sebesar itu wajib menghasilkan perubahan. Jangan sampai habis tanpa dampak. Harus ada kesinambungan,” pungkasnya.
Melalui reses ini, Kahfi memastikan fungsi pengawasan DPRD berjalan maksimal agar program intervensi Gen Z benar-benar menjadi solusi konkret bagi generasi muda Surabaya, bukan sekadar agenda tahunan tanpa hasil.
