William Wirakusuma Dorong Penguatan Pengawasan Sekolah Untuk Tekan Kasus Perundungan di Surabaya
ANGGOTA KOMISI D DPRD SURABAYA Wiliam Wirakusuma (BAJU Hitam) Saat Rapat Koordinasi bersama Dinas Pendidikan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Surabaya.
Surabaya ( KABAR SURABAYA) – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PSI, William Wirakusuma, angkat suara terkait maraknya kasus perundungan (bullying) anak di lingkungan sekolah.
Hal itu diungkapkan saat Komisi D Rapat Koordinasi terkait kasus perundungan anak yang digelar bersama Dinas Pendidikan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Surabaya.Rabu 18/2
Rapat tersebut bertujuan memperkuat langkah pencegahan dan meminimalkan kasus perundungan anak di Kota Surabaya.
Menurut William, sekolah harus menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak. Ia menegaskan bahwa perundungan tidak boleh dianggap sebagai kenakalan biasa karena dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental, prestasi belajar, hingga masa depan korban.
“Perlu ada sistem pengawasan yang lebih ketat, mekanisme pelaporan yang mudah diakses siswa, serta pendampingan psikologis bagi korban. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar sekolah aktif melakukan edukasi anti-bullying secara berkala dengan melibatkan guru, siswa, dan orang tua. Selain itu, guru dan wali kelas diminta lebih peka dalam mendeteksi perubahan perilaku siswa sebagai langkah pencegahan dini.
William berharap melalui koordinasi lintas perangkat daerah tersebut, upaya pencegahan perundungan di Surabaya dapat berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan, sehingga sekolah benar-benar menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak.(KS02)
