Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi AWS, Dinilai Konsisten Cetak Kaderisasi Pendidik dan Jurnalis
Senator Lia Istifhama.
SURABAYA ( KABAR SURABAYA) – Peran perguruan tinggi komunikasi dalam mencetak jurnalis profesional mendapat perhatian dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr Lia Istifhama. Dalam kunjungannya ke Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (STIKOSA-AWS), Ning Lia mengapresiasi kontribusi kampus tersebut terhadap penguatan demokrasi dan komunikasi publik di Indonesia.
Kunjungan yang dikemas dalam kegiatan Puasa Digital itu menjadi momentum refleksi atas pentingnya dunia jurnalistik di tengah arus digitalisasi yang semakin masif.
Dalam pertemuan bersama akdemisi, mahasiswa dan pelajar, senator yang akrab disapa Ning Lia itu menegaskan bahwa eksistensi pers memiliki peran fundamental dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik.
“Saya sangat bersyukur dalam kesempatan kali ini bertemu dengan adik-adik mahasiswa STIKOSA-AWS. Harus kita akui STIKOSA-AWS ini sangat berjasa dalam dunia jurnalistik. Banyak sekali alumninya itu kemudian menjadi jurnalis-jurnalis handal, yang mana negara kita kalau nggak ada dunia jurnalistik, nggak ada dunia pers, apa mau kata, apa mau dikata dunia ya kan?,” kata Ning Lia di sela-sela kegiatan Puasa Digital di STIKOSA AWS.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua STIKOSA AWS Jokhanan Kristiono, Humas STIKOSA AWS Hari Widodo, serta Dosen Ilmu Komunikasi Suprihatin. Hadir pula para mahasiswa, siswa SMK Prapanca 1 dan 2, bapak ibu dosen, serta guru yang antusias mengikuti diskusi.
“Karena kita bicara bagaimanapun komunikasi global itu bagaimana dikuatkan oleh teman-teman jurnalis, teman-teman pers. Dan di sini saya sangat-sangat bersyukur sekali bisa ketemu dengan adik-adik mahasiswa dan semoga mereka ini kelak sebagai jurnalis handal seperti halnya para pendahulunya,” kata Ning Lia, yang juga keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Pawaransa itu.
Menurutnya, di era digital saat ini yang mana semuanya serba digital maka diperlukan kolaborasi positif. “Bagaimana teman-teman semuanya terutama para jurnalis muda, terus mengkolaborasikan kemampuan mereka menulis, membuat esai dengan dunia digital. Dan mereka mengetahui apa sih preferensi masyarakat? Jadi bagaimanapun isu-isu yang diangkat itu tetap harus melihat apa sih passion-nya masyarakat, supaya masyarakat tertarik untuk membacanya. Seperti itu,” papar Ning Lia.
Dalam kesempatan itu, putri KH Maskur Hasyim tersebut juga menyoroti tantangan dunia pers di era digital. Transformasi media, menurutnya, menuntut jurnalis muda untuk tidak hanya piawai dalam menulis, tetapi juga mampu memahami pola konsumsi informasi masyarakat yang terus berubah.
Ning Lia yang juga Keponakan Gubernur Jawa Timur itu menekankan pentingnya kolaborasi antara kemampuan literasi klasik seperti penulisan esai dan analisis mendalam dengan strategi distribusi konten digital. Pemahaman terhadap preferensi audiens dinilai menjadi kunci agar karya jurnalistik tetap relevan dan memiliki daya tarik di tengah persaingan informasi yang begitu cepat.
Sebagai kampus komunikasi yang telah melahirkan banyak praktisi media, STIKOSA-AWS dinilai memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi jurnalis yang adaptif, kritis, dan berintegritas. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan literasi media dan profesionalisme jurnalis muda di Jawa Timur maupun tingkat nasional.
“Profesi jurnalis di era saat ini menjadi profesi yang punya masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua STIKOSA AWS Jokhanan Kristiono menilai tantangan disrupsi digital yang terus berkembang membutuhkan sinergi antara dunia pendidikan, praktisi media, dan pemangku kebijakan. “Sinergitas bisa menjadi fondasi penting untuk memastikan ekosistem pers tetap sehat dan berdaya saing,” katanya.
