Relawan GibranKU : Dari Gus Dur hingga Bung Tomo, Menapak Jejak Spirit Nasionalisme

Surabaya ( KABAR SURABAYA) — Menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November, jaringan relawan GibranKU menggelar ziarah kebangsaan ke sejumlah makam tokoh nasional. Perjalanan dimulai dari makam Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang, berlanjut ke makam Wage Rudolf Supratman dan Bung Tomo di Surabaya, dan akan ditutup dengan ziarah ke makam Bung Hatta di Jakarta Selatan.

Kegiatan ini diikuti puluhan relawan dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jakarta. Sekretaris Jenderal GibranKU, Pangeran Mangkubumi, menjelaskan bahwa ziarah kebangsaan ini bukan sekadar ritual mengenang jasa pahlawan, melainkan bentuk refleksi terhadap nilai perjuangan dan kebangsaan yang diwariskan para tokoh bangsa.

“Kami memulai perjalanan dari Jakarta, menuju makam Gus Dur di Jombang, lanjut ke Surabaya, dan nanti berakhir di makam Bung Hatta. Ini simbol kesinambungan perjuangan lintas generasi — dari spiritualitas, intelektualitas, hingga semangat kemerdekaan,” ujarnya.

Ketua GibranKU Jawa Timur, Erick Komala, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk memahami makna kepahlawanan dalam konteks kekinian.

“Perjuangan hari ini bukan lagi di medan tempur, tetapi di ruang pengabdian dan karya. Ziarah ini menjadi pengingat agar generasi muda terus berkontribusi nyata bagi bangsa,” ungkap Bro Erko — sapaan akrab Erick Komala yang juga anggota DPRD Jawa Timur.

Di makam WR Supratman, para relawan menabur bunga dan memanjatkan doa bersama. Sementara di makam Bung Tomo, mereka mengheningkan cipta untuk mengenang semangat “Arek Suroboyo” yang menggema pada 10 November 1945.

Ketua Umum GibranKU, Ananta Agung Junaedi, menegaskan bahwa semangat kepahlawanan, gotong royong, dan kejujuran yang diwariskan para tokoh bangsa menjadi fondasi gerakan relawan GibranKU.

“GibranKU lahir dari semangat perubahan dan kebangsaan. Kami percaya, kepemimpinan muda seperti Mas Gibran adalah wujud lanjutan dari perjuangan para pahlawan — berjuang di era baru dengan visi pembangunan dan inovasi,” ujar Ananta.

Melalui ziarah kebangsaan ini, GibranKU mengajak seluruh masyarakat untuk memperingati Hari Pahlawan tidak hanya dengan upacara, tetapi juga dengan aksi nyata, kolaborasi sosial, dan komitmen membangun bangsa dari berbagai lini kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *